Win Feed perupakan sebuah perangkat lunak yang berguna untuk melakukan Formulasi pakan yang akan memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan nutrisi.
Program Win Feed sendiri merupakan program formulasi ransum dengan berorientasi pada pencapaian harga termurah untuk ternak ruminansia maupun non ruminansia.
Cermat Memilih Daging Sapi & Ayam Berkualitas
Banyaknya daging sapi yang dijual di pasaran membuat konsumen harus senantiasa cermat dan teliti. Daging sapi gelonggongan, daging sapi yang diberi bahan pengawet dan pewarna, adalah sedikit ancaman yang mengintai.
Yuk, simak ciri-ciri daging sapi yang baik agar Anda bisa menghasilkan kuliner sehat untuk keluarga:
Label:
Info Peternakan
Harga Daging di Pasar Moderen Masih Mahal
Beberapa waktu lalu, pemerintah melakukan impor daging sapi guna
menekan harga jual komoditi tersebut yang harganya begitu tinggi. Namun,
ternyata upaya itu tidak memengaruhi harga jual daging sapi pada sektor
ritel atau pasar moderen.
"Daging sapi pada pasar ritel adalah
lokal. Daging sapi impor tidak sentuh pasar ritel," kata Henri Hendarta,
Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar, di
Foodside Yogya Sunda, Jalan Sunda Bandung.
Henri mengutarakan,
sampai saat ini, daging sapi, harganya masih mahal yaitu Rp 120-130 ribu
per kilogram. Uniknya meski harga masih mahal, penjualan tetap positif.
Selain
daging sapi, bawang merah pun harganya tinggi, yaitu berada pada level
Rp 70 ribu per kilogram. "Termasuk cabai rawit domba, yang harganya
masih bersaing dengan daging sapi, yaitu, sekitar Rp 120 ribu per
kilogram,"Sumber
Label:
Berita Peternakan
Pedagang Daging Ogah Jual Daging Impor
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Banjaran, Feri Setiawan
(30), mengatakan sampai saat ini untuk pasokan daging di Pasar Banjaran
masih dalam batas normal. Harganya pun sudah mulai mengalami penurunan.
Sehingga, kata dia, tidak ada alasan untuk menjual daging sapi impor.
"Kami enggak mau ngambil risiko rugi, karena enggak ada jaminan halal. Karena bisa saja pemotongannya tidak sesuai syariat Islam. Kasihan warga kalau kita enggak jual daging halal," ujar Feri, Selasa (30/7).
"Kami enggak mau ngambil risiko rugi, karena enggak ada jaminan halal. Karena bisa saja pemotongannya tidak sesuai syariat Islam. Kasihan warga kalau kita enggak jual daging halal," ujar Feri, Selasa (30/7).
Label:
Berita Peternakan
Peternak Sapi Majalengka Belum Berani Beli Sapi Bakalan
Peternak penggemukan sapi di wilayah Majalengka belum bersedia berbelanja sapi bakalan akibat harga yang belum normal. Mereka masih tetap menahan uang hasil penjualan sapi saat lebaran.
Beberapa bandar sapi bakalan di Desa Pasirmuncang dan Cijurey, Kecamatan Panyingkiran yang biasanya berbelanja sapi seminggu sekali ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pun kini hanya hanya mampu berbelanja tiga minggu sekali.
Menurut keterangan beberapa petani penggemukan sapi di Kelurahan Kulur, dan Desa Pancurendang, Kecamatan Majalengka, para petani kini enggan berspekulasi untuk berbelanja sapi di saat kondisi harga tidak stabil. Khawatir berdampak pada kerugian yang cukup besar.
Menurut keterangan beberapa petani penggemukan sapi di Kelurahan Kulur, dan Desa Pancurendang, Kecamatan Majalengka, para petani kini enggan berspekulasi untuk berbelanja sapi di saat kondisi harga tidak stabil. Khawatir berdampak pada kerugian yang cukup besar.
Label:
Berita Peternakan
Peternak Sapi Berhak Menikmati Harga Layak
Peternak sapi di pedesaan masih menjadi kaki tunggal penyediaan bibit lokal, tapi sering menjadi subyek paling menderita
Peternak sapi di pedesaan yang menjadikan ternaknya sebagai tabungan sebenarnya tidak menginginkan harga yang terlalu tinggi pula. Tapi, cukup untuk menjadikan panen pedet/bakalannya sebagai tabungan. Ilham Akhmadi, peternak penggemukan sapi dari Segoroyoso, Yogyakarta menyatakan,secara naluri bisnis sebenarnya ia juga lebih suka jika harga bakalan murah. Sebab dengan modal yang sama besar ia bisa membeli lebih banyak sapi bakalan.
“Tetapi, kita hidup di pedesaan yang melihat langsung bagaimana petani-peternak itu menjadi tumpuan penyediaan bibit kita. Akhirnya nurani mengalahkan naluri bisnis untuk sedikit lebih mengerti keadaan,” ungkap ketua Persatuan Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDSS) ini.
“Tetapi, kita hidup di pedesaan yang melihat langsung bagaimana petani-peternak itu menjadi tumpuan penyediaan bibit kita. Akhirnya nurani mengalahkan naluri bisnis untuk sedikit lebih mengerti keadaan,” ungkap ketua Persatuan Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDSS) ini.
Label:
Berita Peternakan
Jawa Barat Kekurangan 18.712 Ekor Sapi
Kebutuhan daging sapi di Jawa Barat selama H-7 Lebaran atau selama 45 hari adalah 77.670 ekor, sedangkan jumlah sapi yang tersedia hanya 58.958 ekor. Dengan demikian Jabar memiliki kekurangan sebanyak 18.712 ekor sapi atau setara dengan 3.562 ton.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Jabar, Koesmayadi kepada wartawan di Jl. Ahmad Yani, Bandung pada Jumat (3/7). Padahal, menurut dia pada akhir tahun ini, jumlah sapi di Jawa Timur akan surplus 86.106 ekor atau setara 17.990 ton. “Artinya, kekurangn Jabar sebetulnya bisa dilengkapi dari Jatim. Namun, karena penawaran sapi dari Jabar lemah dibandingkan daeerah lainnya, maka Jabar tidak bisa memenuhi kekurangan tersebut. Jadi masih ada kelemahan di tataniaga dan itu sulit diantisipasi dalam bentuk intervensi harga atau pasar” katanya.
Label:
Berita Peternakan
Langganan:
Postingan (Atom)




