Peternak Sapi Majalengka Belum Berani Beli Sapi Bakalan


        Peternak penggemukan sapi di wilayah Majalengka belum bersedia berbelanja sapi bakalan akibat harga yang belum normal. Mereka masih tetap menahan uang hasil penjualan sapi saat lebaran.
     Beberapa bandar sapi bakalan di Desa Pasirmuncang dan Cijurey, Kecamatan Panyingkiran yang biasanya berbelanja sapi seminggu sekali ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pun kini hanya hanya mampu berbelanja tiga minggu sekali.
 Menurut keterangan beberapa petani penggemukan sapi di Kelurahan Kulur, dan Desa Pancurendang, Kecamatan Majalengka, para petani kini enggan berspekulasi untuk berbelanja sapi di saat kondisi harga tidak stabil. Khawatir berdampak pada kerugian yang cukup besar.

Peternak Sapi Berhak Menikmati Harga Layak

Peternak sapi di pedesaan masih menjadi kaki tunggal penyediaan bibit lokal, tapi sering menjadi subyek paling menderita


                 Peternak sapi di pedesaan yang menjadikan ternaknya sebagai tabungan sebenarnya tidak menginginkan harga yang terlalu tinggi pula. Tapi, cukup untuk menjadikan panen pedet/bakalannya sebagai tabungan. Ilham Akhmadi, peternak penggemukan sapi dari Segoroyoso, Yogyakarta menyatakan,secara naluri bisnis sebenarnya ia juga lebih suka jika harga bakalan murah. Sebab dengan modal yang sama besar ia bisa membeli lebih banyak sapi bakalan.

“Tetapi, kita hidup di pedesaan yang melihat langsung bagaimana petani-peternak itu menjadi tumpuan penyediaan bibit kita. Akhirnya nurani mengalahkan naluri bisnis untuk sedikit lebih mengerti keadaan,” ungkap ketua Persatuan Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDSS) ini.

Jawa Barat Kekurangan 18.712 Ekor Sapi

    Kebutuhan daging sapi di Jawa Barat selama H-7 Lebaran atau selama 45 hari adalah 77.670 ekor, sedangkan jumlah sapi yang tersedia hanya 58.958 ekor. Dengan demikian Jabar memiliki kekurangan sebanyak 18.712 ekor sapi atau setara dengan 3.562 ton.
    Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Jabar, Koesmayadi kepada wartawan di Jl. Ahmad Yani, Bandung pada Jumat (3/7). Padahal, menurut dia pada akhir tahun ini, jumlah sapi di Jawa Timur akan surplus 86.106 ekor atau setara 17.990 ton. “Artinya,  kekurangn Jabar sebetulnya bisa dilengkapi dari Jatim. Namun, karena penawaran sapi dari Jabar lemah dibandingkan daeerah lainnya, maka Jabar tidak bisa memenuhi kekurangan tersebut. Jadi masih ada kelemahan di tataniaga dan itu sulit diantisipasi dalam bentuk intervensi harga atau pasar” katanya.

Lele Jumbo Si Mesin Pengolah Limbah

Ikan Lele memiliki daya tahan yang cukup kuat dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainya, pada awalnya Aa' memelihara ikan selain sebagai hobi juga untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di dareah tempat tinggal Aa'. Namun ternyata Aa' bisa mengambil manfaat lain dari memelihara ikan lele, kebetulan Aa' memiliki RPH (Rumah Potong Hewan "Ayam Broiler") yang tentunya setiap hari akan ada limbah hewan yang perlu proses untuk mengurai, sebelumnya limbah tersebut digunakan untuk pupuk dikebun namun lama kelamaan limbah tidak mungkin proses pemupukan dilakukan setiap hari.
Ternyata semenjak Aa' memelihara ikan lele, Aa' tidak terlalu pusing lagi memikirkan libah tersebut karena Aa' memiliki Lele Jumbo Si Mesin Penghancur Limbah ... hehehe :)

HARGA DAGING AYAM :: Peternak tuding merupakan permainan industri besar

Sekretaris DPP Pengusaha Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Aswin Pulungan menuding industri sengaja menaikkan harga eceran ayam baru lahir (DOC) dan harga pakan ternak yang otomatis mendongkrak harga jual unggas terutama ayam ras.

Sapi Rancah, Ikon Baru Peternakan di Jabar Rabu

CIAMIS,(PRLM).- Sapi lokal Rancah bakal dijadikan sebagai salah satu ikon ternak di Provinsi Jawa Barat. Ternak yang merupakan plasma nutfah lokal tersebut nantinya bakal dikembangkan di kawasan Jawa Barat bagian selatan.
"Sapi rancah merupakan salah satu plasma nutfah yang perlu dilestarikan, untuk itu perlu upaya pengembangan secara maksimal. Nantinya sapi loka yang sampai saat ini lebih banyak diberi pakan alami tersebut , bakal menjadi salah satu ikon baru ternak Jabar," tutur Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, Deny Juanda.
Dia mengemukakan itu disela meninjau peserta Kontes Ternak atau pesta Patok tingkat Jawa Barat yang dipusatkan di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Rabu (12/6). Dalam peninjauan ia didampingi Direktur Pakan Ternak Mursyid Ma'sum, Kepala Dinas Peternakan Prov. Jabar Koesmayadi, Bupati Ciamis Engkon Komara dan lainnya.

Yuk Bisnis Ternak Sapi, Ada Tiga `Emas` Menanti Anda

Jakarta - Peluang bisnis peternakan sapi perah dan potong sejatinya sangat potensial di pasar dalam negeri. Kenyataannya saat ini Indonesia kekurangan daging dan susu sapi sehingga harus impor besar-besaran setiap tahun.

Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI bidang pertanian, Herman Khaeron mengungkapkan beternak sapi sangat menguntungkan. Ia menjelaskan ada tiga `emas` yang bisa diperoleh. Pertama, emas putih dari susunya. Kedua, emas merah dari dagingnya dan yang ketiga adalah emas hijau dari kotorannya dimanfaatkan menjadi pupuk kandang.

"Ini adalah peluang besar tentunya untuk dikembangkan. Susu itu bisa diproduksi setiap hari. Seekor sapi menghasilkan susu dua kali sehari. Dan hasilnya bisa 20 liter per ekor dalam sehari," kata Herman dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/5/2012)